Antara Kebijakan Fiskal dan Kemiskinan

Mantingan-Dalam hal ini sistem aksioma Islam yaitu etika, berfungsi sebagai filter untuk menilai sebuah kebijakan. Hal yang sama berlaku untuk membandingkan ukuran tingkat kemiskinan di negara-negara lain. Dalam upaya untuk mempertemukan empat dimensi dasar dari kekurangan yang dimiliki manusia, Human Development Report mengembangkan multidimensional Human Proverty Index (HPI) berdasarkan status kesehatan, pengetahuan, penyediaan lapangan pekerjaan, dan tingkat sosial.

Terlepas dari ketersediaan sumber daya alam yang ada, di negara Nigeria kebanyakan orang masih berada dalam garis kemiskian. 70% dari penduduk Nigeria hidup dibawah garis kemiskinan dan tidak ada hak untuk mempunyai kontrak pada sektor perumahan. Baik pemerintah militer dan sipil di negara itu, dalam upaya mereka untuk mengentaskan kemiskinan dikalangan warga yang telah memperkenalkan dengan berbagai macam program. Ada beberapa organisasi non-pemerintah yang didirikan untuk tujuan yang sama, akan tetapi masalah kemiskinan masih tetap bermunculan di negara itu.

Terlepas dari upaya pemerintah, ada beberapa organisasi non-pemerintah yang didirikan untuk mengentaskan kemiskinan di Nigeria. Tapi ada beberapa kegagalan organisasi-organisasi ini, baik tingkat lokal dan International.

Akan tetapi tidak diragukan pula sifat materialisme yang tertanam telah melahirkan tindak korupsi, penggelapan, suap, penipuan, penyelundupan, pemalsuan rekening dan keburukan lainnya dalam masyarakat. Hal ini sangat relevan untuk diungkapkan karena semua program yang diberlakukan untuk tujuan mengentaskan kemiskinan tidak memberikan ruang dalam mengentaskan kemiskinan dari sisi spiritual, maka muncul ketidak seimbangan dalam mengakhiri kemiskinan materi.

Baru-baru ini Gubernur Bank Sentral Nigeria Sanusi Lamido, mengungkapkan bahsa 25% dari kekayaan bangsa disalah gunakan oleh para penegak hukum bangsa sendiri, sehingga berdampak pada kesenjangan yang begitu lebar antara si kaya dan si miskin. Inilah penyebab utama dari munculnya tindak kriminal, seperti perampokan, pencurian, dan kejahatan sosial lainnya.

Dalam buku Ihya ‘Ilum Addiin, Imam Ghazali mengidentifikasikan ada dua jenis kemiskinan, yaitu: kemiskinan nyata dan kemiskinan karena keserakahan. Kemiskinan nyata mengisyaratkan kurang mengertinya seseorang untuk menentukan kebutuhan dasar hidupnya, sementara kemiskinan karena keserakahan muncul dari sebuah keinginan yang tidak terpuaskan dari apa yang dimiliki seseorang berupa kekayaan materi.

Perlu adanya keseimbangan penerapan religiusitas dalam menetapkan sebuah kebijakan. Karena pada dasarnya beberapa aksioma yang telah diperkenalkan oleh Islam dalam lingkup etika sangtlah penting. Pemerintah dalam segala kebijakannya sangatlah berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat untuk menekan tingkat kemiskinan yang ada di Negara tersebut. (M.Huda)

Leave a Comment