Universitas Darussalam Gontor melalui Pengabdian Masyarakat (DRPM) DIKTI dengan skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) kembali memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar Ponorogo.

Dalam rangka menyelamatkan petani durian yang tergabung dalam kelompok tani Karang Asri di Kampung Durian Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo dari kelesuan ekonomi akibat dampak wabah COVID-19, maka dilaksanakan program penginovasian produk durian menjadi olahan kue oleh tim pengabdi yang dipimpin oleh Ustadzah Atika Rukminastiti Masrifah, M.E.Sy. Keunikan dari produk olahan kue dari Kampung Durian ini antara lain:

  1. Dahulu, durian kanjeng menjadi makanan kaum elite di Ponorogo

Bahan bakud ari pembuatan kue yang satu ini begitu legendaris, menjadi primadona sejak zaman penjajahan Belanda. Bernama “durian kanjeng” karena pada zaman itu menjadi suguhan wajib para elite. Kini durian tersebut menjadi varietas unggulan nasional. Demi mendapatkan rasa baru, para petani sengaja menyilangkan tanaman duriannya dan telah membudidayaknnya hingga saat ini, yakni kanjeng hijau, kanjeng putih, dan kanjeng montong.

  1. Kue durian kanjeng tidak bisa dibuat dengan adonan instan

Aneka jenis kue atau cake bisa dengan mudah dibuat dari adonan instan, siap pakai. Tinggal buka kotaknya, campur tepung dengan bahan sesuai yang disarankan. Tetapi kue durian kanjeng ini dibuat segar. Hal ini disebabkan karena adonannya tidak mudah dibuat. Tekstur daging buahnya sama sekali tidak berserat dan keset. Melumat daging buah durian kajeng ibarat seperti menikmati kelembutan es krim. Sensasi tambahan wangi khas durian makin menyempurnakan bahan baku kue yang satu ini. Sehingga adonan aneka kue durian kanjeng memiliki komposisi yang berbeda dengan kue pada umumnya.

  1. Kue durian kanjeng tidak perlu dekorasi berlebihan

Biasanya aneka kue dibuat dengan tambahan topping dan aneka hiasan. Seperti whipped cream, taburan keju, cokelat leleh, ataupun hiasan lainnya. Namun, berbeda dengan aneka olahan kue durian kanjeng yang tampilannya jauh lebih sederhana. Roll cake, bolu dan pie durian kanjeng tidak membutuhkan tambahan dekorasi yang berlebihan untuk menarik perhatian. Meskipun begitu, kue durian ini tetap memiliki rasa yang manis gurih yang bikin ketagihan. Biarkan rasa dan wangi kue durian memikat para pecinta kuliner.

  1. Kue durian kanjeng dapat disajikan sepanjang musim

Buah durian tidak dapat berbuah dalam waktu dekat. Hanya pada waktu-waktu tertentu sajalah durian dapat tumbuh. Sehingga para penikmat duiran hanya dapat menikmatinya pada waktu-waktu tertentu saja. Meskipun tidak bisa menikmatinya setiap saat, namun sejak adanya aneka olahan durian kanjeng ini, Anda dapat menikmatinya sepanjang musim. Tim pengabdian telah mempersiapkan freezer berukuran besar sebagai tempat penyimpanan daging durian untuk diolah sepanjang periode mendatang.

  1. Dibuat dengan penuh cinta dari para ibu – ibu Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo

Selama tiga tahun program pengabdian masyarakat ini, kami merasakan banyaknya keterbatasan dan kekurangan dalam pelaksanaan program, namun dengan antusias dan kontribusi besar dari para ibu-ibu Kampung Durian Desa Ngrogung, yang dipimpin oleh Ibu Windari, tiga tahun pengabdian ini menjadi begitu luar biasa. Pak Bambang, ketua Kampung Durian, mengizinkan pelaksanaan pelatihan dilakukan di showroom Kampung Durian, dan menjadikannya sebagai rumah produksi sementara.

Harapan besar kami, program pemberdayaan Kampung Durian menjadi agrowisata di daerah Ngrogung ini akan selalu berjalan walaupun Program Pengabdian Masyarakat (DRPM) DIKTI ini telah usai. Semoga semangat juang ibu – ibu dalam memberdayakan sumber alam desa tidak akan pernah padam. Sehingga geliat ibu – ibu di Desa Ngrogung Ponorogo menjadi motor penggerak bagi Pemerintah Daerah untuk mengajak instansi dan perusahaan bersinergi meningkatkan perekonomian mandiri di Kabupaten Ponorogo.

Leave a Comment